TIPS RECEH UNTUK ONLINE SELLER

Sering dibilang dunia maya (juga sosial media khususnya) itu menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh. Banyak benarnya juga kalimat ini. Orang yang jauh, karena pertemanan di sosial media bisa jadi dekat, sedekat layar ponsel ke mata.

Nah, karena yang jauh bisa jadi “dekat” ini, sosial media ini jadi enak ga enak. Saya mau bahas kekhususan penggunaan sosial media buat curhat dan ngomongin orang. Hehe. Kan banyak tuh yang menggunakan sosmed buat curhat. Macet di jalan, curhat di sosmed. Anak gak mau makan, curhat di sosmed. Goreng ikan gosong, curhat di sosmed. Punya masalah sama orang lain juga gitu, suka tergoda pengen dituliskan di sosmed.

Mungkin dipikirnya di sosmed orang jauh akan tetap jauh. Padahal itu tadi, kalau sudah jadi friendlist, subscribers, atau followers, meskipun jarak fisiknya jauh, tapi jarak jangkauannya cuma sepersekian detik tergantung kuota dan sinyal. Tidak enaknya di situ, kalau pas kita lagi ada masalah sama seseorang di friendlist Facebook, jadi ga bisa curhat di Facebook juga.

Ini saya bukan lagi curhat, cuma pernah lihat aja beberapa orang di timeline berantem lewat Facebook. Ada yang sindir-sindiran, ada yang frontal langsung berantem di kolom komentar. Wkwkw. Gini amat dunia maya.

Yang jauh bisa jadi dekat di dunia maya. Ingatlah itu wahai para pedagang online yang jualannya lewat sosial media. Ini hanya pendapat saya sebagai salah satu pelaku dagang online, jangan curhat tentang pembeli di akun sosmed Anda.

Pernah ada pedagang online curhat pembeli PHP, pesan barang tidak diambil. Akibatnya pembeli yang pernah pesan barang belum dibayar jadi tersindir, padahal bukan dia yang dimaksud. Repot kan.

Ada pula yang bikin tulisan tentang pembeli yang sering tanya harga tapi tidak pernah beli. Mungkin si penanya BPJS, Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Ingin ini ingin itu tapi tak terbeli. Akibatnya tulisan itu banyak dikomentari pedas oleh netizen. Meskipun yang komen pedas bukan golongan BPJS, tapi mereka juga ga suka dengan penjual yang baperan.

Keluhan soal CLBK (chatting lama beli kagak), pembeli hit and run, pernando (persatuan nanya doang) tidak usah dibagikan di sosmed. Penawar yang Afgan (sadis) atau Rossa (tega) tidak usah diomongin lewat status. Karena faedahnya belum tentu ada, malah bisa bikin yang lain ngeri. Takut belanja ke sampeyan, takut dibahas di Facebook. Hehe.

Sebagai internet marketer atau online seller, postingan sosmed memang harus dijaga. Salah-salah bisa merusak personal branding sendiri. Curhat dikurangi, mengeluh dibatasi. Cukuplah bagi hal-hal positif dan bikin hepi.

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.