Tentang Seorang Anak Ibu


Hari ini hari ibu yah, kl gitu saya mau cerita. Tapi bukan tentang ibu, bukan tentang perempuan juga, ini tentang mas-mas. Apa hubungannya dengan hari ibu? Ga ada. Saya emang pengen cerita tentang mas-mas ini aja. 

Sesungguhnya saya ngefans sama mas ini. Seorang mas yang ga pernah saya tahu namanya, tempat tinggalnya, status pernikahan nya, bahkan mukanya. Tapi saya tetap ngefans. Ihiy. 

Mas ini adalah anak ibu sebelah bed waktu saya dirawat bulan kemarin. Fyi, di ruangan tempat saya dirawat, ada 5 pasien, 4 orang adalah ibu-ibu, saya doang yang anak-anak (udah terima aja). Dari semua ibu, cuma ibu pasien sebelah kanan bed saya yang dijaga anaknya. Jaganya gantian, kl pagi sampai sore anak perempuan. Setelah maghrib sampai habis subuh, anaknya yang laki, si mas-mas ini. 

Rasanya semua yang pernah dengar mas ini interaksi sama ibunya pasti kagum. Coba aja tanya sama yang sempat jenguk saya di rumah sakit di waktu malam. Si mas datang setelah pulang kerja, kadang kl maghrib suka terdengar tilawah di samping ibunya. Dan sungguh yang bikin meleleh adalah cara si mas memperlakukan ibunya yang sakit, empuk banget kaya kasur kapuk habis dijemur. 

Mas ini kl ngomong sama ibunya lemah lembut banget. Hanya dihalangi selembar tirai, saya bisa dengar semua obrolan mereka. Saya gatau persis ibunya sakit apa, tapi kondisinya total care. Cuma bisa terbaring, semua aktivitas di atas tempat tidur. Makan cuma bisa lewat NGT (Naso Gastric Tube), bicaranya pelo. Dari klinisnya sih post stroke, tapi kayanya ada penyakit lain. Dan anaknya ini yang membantu semua aktivitas nya. 

Cara ngobrolnya mas ini sama ibunya ini bikin jatuh cinta banget. Dia sering banget bilang, “semangat ma?”, “alhamdu?” lalu ibunya jawab dengan cadelnya “lillah”, setelah itu pasti dia lanjutkan “allahu?”, kamu pasti tahu jawaban ibunya. Dia suka bilangin ibunya untuk zikir aja kl ibunya nangis atau mengaduh kesakitan. Sambil jaga dia juga suka ngajak ibunya bercanda, seolah ibunya gapapa. Ih pokoknya so sweet banget deh. 

Saya ga pernah lihat langsung, cuma dengar aja interaksi mereka. Karena selama dirawat kami jarang buka tirai, cuma pagi dan waktu dipel. Memang sih jadi ga guyub, tapi lebih enak aja buat privasi. Saya gabisa mobilitas banyak apalagi waktu habis operasi, ibunya gabisa bangun dari tempat tidur, jadi kami sebelahan tapi ga pernah bertatapan #ea. Si mas jaga ibunya sepanjang malam, besok paginya langsung berangkat kerja. Begitu setiap hari. Setidaknya selama saya dirawat. 

Suatu hari si mas datang terlambat, ibunya udah manggilin terus. Akhirnya ibunya nangis sendirian. Ibu sayapun menghampiri, tanya minta apa. Ibu saya yang masih pakai mukena mijetin. Si mas yang baru datang panik banget lihat scene itu, dia pikir ibunya kenapa-napa. Ketara banget paniknya. Setelah tenang mereka ngobrol, “mama udah bilang makasih ke ibu (maksudnya ibu saya)?”. “mama dipijetin sama ibu? emang kl ibu minta pijetin mama bisa gantian?” katanya bercanda. Kepanikan ibunya hanya karena anaknya sedikit terlambat cukup menggambarkan betapa berartinya keberadaan si mas di samping dirinya, begitupun sebaliknya. 

Ibu saya yang juga menyaksikan kehangatan mereka berdua di balik layar juga jadi kagum banget. Sayang dia harus bersabar anaknya kaya gini. Haha. 

Ngomongin hari ibu, saya teringat mas ini yang begitu hangat pada ibunya. Jadi refleksi aja, saya sayang banget sama ibu, pengen banget bisa balas kebaikannya. Tapi dari hal sederhana, merendahkan suara, bertutur kata lembut, kadang suka kelepasan. Mas ini nampol secara ga langsung. Di RS saya malah suka ngeledek mama yang jaga selama dirawat (dan setelah di rumah) “mama iri ya sama ibu sebelah anaknya soleh banget, anak mama galak gini?”.

Mas ini mencontohkan interaksi yang menyenangkan dan menenangkan pada seorang ibu. Bahkan, sudah berlemah lembut dan bertutur kata baikpun, masih tidak cukup untuk membalas segala kebaikan ibu pada kita. Mari berusaha. 

Selamat hari ibu. Selamat melanjutkan kebaikan mu pada ibu. 

~ini foto si emak lagi solat waktu di RS, mas-mas nya di balik tirai, hihi

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.