Review Drama Jepang I’m Home

i'm-home-japan-drama

Drama berjudul I’m Home (tadaima), produksi Jepang, rilis tahun 2015, terdiri dari 10 episode. Pemeran utama Takuya Kimura. Drama lama memang, ada yang pernah nonton?

Saya tertarik download drama ini karena posternya menarik, meskipun ga pernah dengar ada yang bahas. Download tahun 2015, baru ditonton akhir tahun 2016. Gatau kenapa ditulis resensinya sekarang. (Informasi yang sebenarnya ga perlu dalam membuat resensi, mungkin bikin sakit mata kl guru Bahasa Indonesia baca. Eh, situ juga? Haha) 

Drama ini berkisah tentang Hisashi Ieji yang mengalami kecelakaan di tempat kerjanya. Ieji kena ledakan dan terluka parah, selama 3 bulan dirawat di rumah sakit, menjalani terapi rehabilitasi dan akhirnya sembuh dan kembali ke kehidupannya.

Secara kasat mata Ieji memang sembuh, tapi sebenarnya dia mengalami hilang ingatan. 5-6 tahun ke belakang hilang dari ingatannya. Ieji lupa dengan orang sekitarnya, pekerjaannya, termasuk 10 kunci misterius yang dia miliki. Jadi 10 episode di drama ini bercerita tentang 10 kunci serta kisah di baliknya. 

Episode pertama dimulai dengan menarik yaitu ketika Ieji pulang ke rumah yang kosong, lalu dia memasak untuk anggota keluarganya, lanjut menyetrika pakaian kusut yang ada. Sekilas normal aja kan? Tapi tidak demikian ketika anaknya pulang dan memarahinya, “apa yang kamu lakukan?!”, ga lama istrinya juga pulang, dan sama herannya dengan anaknya. Ieji bingung, apa yang salah? Ternyata itu adalah rumah mantan istrinya yang sudah diceraikan bertahun-tahun lalu. Ieji yang sekarang sudah punya rumah, istri, dan anak yang baru. Begitulah kisah kunci pertama. 

Ieji lupa kl dia sudah bercerai dan punya keluarga baru. Dia pulang ke rumah barunya, yang akhirnya dia ingat dan menemukan keanehan pada istri dan anaknya, mereka pakai topeng! Ieji yang hilang ingatan ini melihat wajah anak dan istrinya selalu pakai topeng, jadi dia gabisa baca ekspresi mereka, apakah senang, marah, atau sedih.

Menurut dokter, gada yang salah secara fisik dengan otak Ieji yang sekarang. Jadi kl dia melihat anak dan istrinya tertutup topeng kemungkinan besar karena masalah psikologis. 

10 kunci ini punya cerita yang menarik. Seperti umumnya drama asia, ada kisah tentang orang tua dan anak juga. Episode kedua tentang sahabat, episode ketiga tentang mertua, episode keempat tentang ibu, dan episode ke sekian, tentang ayah. Dan hampir di semua episode saya nangis nontonnya. Cengeng kan gw. Haha.

Sesungguhnya Ieji yang bisa selamat dan sembuh dari kecelakaan itu adalah keajaiban. Dia seperti dapat kesempatan hidup yang kedua, hidup yang baru. Ieji setelah kecelakaan adalah Ieji yang beda total dengan Ieji lama. Mari kita sebut Ieji jadid dan Ieji jadul. wkwk. 

Ieji jadul adalah seorang workaholic, kompetitif, dingin, ambisius, ga setia, dan bisa aja menginjak orang lain untuk dapat posisi tinggi. Pengalaman ditinggal pergi oleh ayahnya di umur 11 tahun membuat Ieji harus menjalani hidup yang sulit. Ayahnya bangkrut dan demi ga menyusahkan keluarga, malah pergi meninggalkan istri dan 2 anak. 

Ieji terbiasa bekerja keras demi bisa hidup. Hasilnya, kuliahnya cemerlang, karirnya gemilang. Dia jadi karyawan terbaik selama 8 tahun berturut-turut, kecepatan kenaikan karirnya melebihi karyawan lain. Tapi di sisi lain, dia juga ga punya rasa percaya kepada orang lain, merendahkan dan ga punya hubungan baik dengan orang lain.

Sementara Ieji jadid beda banget. Dia jadi lebih considerate, sopan, dan peduli. Ieji jadul adalah ayah yang keras. Dia membuang semua mainan anaknya cuma karena anaknya ga mengerjakan latihan soal sesuai target. Sebagai suami lebih parah lagi, dia kurang menghargai dan selingkuh pula. Kesel ga sih ada manusia jenis gini? Kesel kan, kesel dong. Nah sama, Ieji jadid juga ketika ingat sedikit-sedikit dan tahu gimana buruknya dia dulu sampai bilang, aku benci dengan diriku sendiri. 

Untungnya Ieji punya kesempatan untuk hidup yang kedua kalinya. Dia mulai bertekad untuk lebih baik kepada keluarganya. Tapi masalah utamanya adalah dia gabisa dekat dengan istrinya, hubungan mereka kaku, karena dia selalu melihat topeng menutupi wajah istrinya bahkan sampai episode terakhir! 

Istrinya yang mulai putus asa akhirnya tanya, sebenarnya siapa yang kamu lihat? Ieji pada akhirnya mengaku, dia gabisa lihat wajah istrinya karena tertutup topeng. Dan istrinya jawab apa coba? Saya juga selama ini melihat kamu memakai topeng. Jeder.

Ieji ga kalah desperate dari istrinya. Dia juga bingung kenapa dia gabisa melihat wajah istri dan anaknya sendiri. Dia juga kerap bertanya, kenapa dulu dia nikah sama Megumi, dan kenapa Megumi mau nikahin dia. Gimana awalnya mereka bisa ketemu, dia lupa. 

Kalau berdasarkan penilaian pribadi, drama ini bagus banget. Saya penyuka plot twist ini dibikin asik mengikuti kisah kunci-kunci Ieji. Beda dengan drama korea yang endingnya selalu bisa ditebak, ini mah seru ih, banyak hal ga disangka-sangka. Drama Jepang memang suka kasih suasana yang beda. 

Tapi, dari drama ini saya baru sadar, sebagus-bagusnya, ternyata saya ga kuat juga nonton secara lengkap dan tamat. Cuma bisa sampai 4 episode dan sisanya skimming. Haha. Sepertinya faktor usia yang membuat saya ga tahan maraton nonton. 

Kayanya drama ini cocoknya ditonton bapak-bapak, karena sudut pandangnya Ieji yang laki-laki. Bagaimana dia memperbaiki hubungan dengan keluarga, rekan kerja, dan orang-orang yang pernah dia sakiti. Bagaimana dia akhirnya menyadari bahwa selama ini yang peduli dan ga menyerah ketika dia hampir mati adalah Megumi istrinya. Istri yang ternyata pernah.. ah, gemes sebenarnya saya pengen nulis spoiler. Hehehe.

Pertama saya nonton drama ini di hampir akhir 2016. Masa itu bisa dibilang masa paling rendah dalam hidup. Saya nonton ini di hari-hari nunggu jadwal operasi dan hasil biopsi, hari-hari pencarian yang panjang dan melelahkan. Gagasan tentang kesempatan hidup kedua jadi terasa begitu menarik. 

Seperti yang Ieji bilang, bisa hidup saja sudah merupakan keajaiban tersendiri. Nikmat kehidupan yang sekarang, yang cuma kita miliki sekali, begitu berharganya. Sudah selayaknya digunakan sebaiknya. #ntms

Yah, meskipun ketika saya nonton lagi di hari-hari sekarang, insight yang didapat jadi beda lagi. 

Add Comment