Perjalanan Hidup Yang Memutar 

Saya suka nonton variety show korea sekadar untuk hiburan. Selingan ketawa-ketawa di tengah penatnya hidup (ihiy). Yang saya tonton kebanyakan variety yang isinya game atau sport, seru dan lucu aja. Tapi ada satu episode dari salah –satu show tontonan saya– 2 Days 1 Night yang lain dari biasanya. Di episode itu ada insight yang lumayan “dalem”. Kalau biasanya saya nonton variety show ketawa, episode ini bikin saya mewek banget. Bahkan saya tonton ulang pun saya nangis berulang. Antara emang cengeng dan temanya pas ngena buat saya.

Di episode itu member 2D1N mengunjungi Ewha University, universitas khusus perempuan di Korea. Dinner game untuk trip kali ini adalah semua member diminta memberikan ceramah singkat di depan 500 mahasiswa. Temanya adalah “cerita yang ingin kau bagikan”. Para member pun kelabakan dan bingung mau cerita apa. Mereka diberi 1 jam untuk menyiapkan materi.

Di sinilah menariknya. Isi dari ceramah singkat dan pertanyaan-pertanyaan dari audiens mahasiswa itu hampir semua tentang kehidupan, keyakinan pada diri sendiri dan berusaha sebaiknya.

Pertama dari Yoon Si Yoon (pemeran Kim Tak Gu, Baker King) yang memulai dengan pertanyaan “how should i live?”

Dia menceritakan insight dari film cars. Saya belum pernah nonton dan cuma mengulang yang Si Yoon bilang. Film itu bercerita tentang mobil yang jatuh dari jalan raya dan nyasar ke sebuah tempat yang gada di peta. Tapi dari kejadian itu si mobil malah dapat pengalaman baru.

Si Yoon mengaitkan film ini dengan hidup dia sendiri dan orang-orang yang dia temui. Banyak orang yang bingung, apa sebenarnya mimpinya, apa yang paling membuat dia bahagia, mulai sesuatu yang baru atau jalani yang udah ada, hal-hal semacam itu.

Hidup itu seperti naik mobil. Kita melewati jalan yang sama tiap hari, kita udah kenal medannya, udah tahu di mana aja poldur dan lubangnya, dll. Tapi ada situasi-situasi dalam hidup yang membuat kita perlu cari jalan lain.


Melewati jalan tol memang membuat kita lebih mudah dan cepat mencapai tujuan. Tapi ternyata, kl kita ambil jalan yang lain, yang mungkin aneh, asing, gada di peta, kita akan menemukan pemandangan indah yang ga kita lihat dari jalan tol. Menempuh jalan di tempat yang kita ga kenal akan terasa menakutkan. Di jalan lain itu kita gatau di mana akan ada tanjakan atau turunan. Mungkin akan berat ketika menanjak dan menakutkan ketika menurun. Tapi, kata Si Yoon, i will try. Karena perjalanan itu akan memberikan pengalaman dan pelajaran baru.

Saya jadi ingat kata Shinoda sensei waktu Isumi ikut ujian pro lagi di tahun setelah Hikaru dan Waya lolos, “perkembangan setiap orang berbeda-beda tergantung masing-masing individu. Mengambil jalan memutar menurutku tak ada salahnya”. Dan Isumi akhirnya lolos tahun itu dengan rekor menang terus setelah berkali-kali gagal di tahun-tahun sebelumnya.

(paragraf ini mungkin hanya dipahami pembaca Hikaru’s go, hehe)

Ceramah terakhir disampaikan oleh seorang nenek berusia sekitar 80 tahun. Nenek ini adalah alumnus Ewha University. Dia membutuhkan waktu 50 tahun untuk bisa lulus kuliah. 50 tahun!

Nenek ini masuk kuliah tahun 1956. Dia anak pertama dari sekian bersaudara (8 kl ga salah). Keluarganya meminta dia untuk berhenti kuliah dan menikah, biar kesempatan sekolah didahulukan untuk adik-adiknya. Di tahun ketiga dia menikah dan berhenti kuliah. Padahal sebenarnya dia suka banget kuliah dan setelah berhenti pun dia selalu membayangkan bisa ikut ujian di kampus.

Tahun 2003 peraturan bahwa mahasiswa Ewha ga boleh menikah dicabut. Nenek inipun melihat jalan terang dari mimpinya puluhan tahun. Dia mendaftar ulang di kampus dan melanjutkan kuliah.

Waktu lanjut kuliah umurnya sudah 67 tahun. Dia bolak-balik kuliah tiap hari naik kereta sambil belajar dalam perjalanan. Kadang dia diusir satpam karena disangka mau bagi-bagi flyer di kampus. Satpamnya ga percaya kl nenek ini mahasiswa juga. Si nenek cerita, dia sampai sembunyi biar ga tertangkap satpam di kamar mandi. 2 tahun setelahnya, si nenek lulus kuliah.

Kisah nenek ini dan nasihat yang dia kasih untuk para mahasiswa perempuan mengharukan banget. Nenek ini memperlihatkan bahwa gada kata terlambat untuk belajar. Dan kesetiaan pada mimpi itu membuahkan hasil. Si nenek lanjut kuliah lagi ambil jurusan lain di Ewha. Fyi, di Gaza juga ada kisah serupa, nenek-nenek kuliah.

Sebenarnya para member 2D1N ga pada tahu kl setelah mereka selesai ceramah akan ada sesi nenek ini. Dan karena mereka ceramahnya spontan, si nenek juga pasti gatau kl Si Yoon akan cerita tentang apa. Tapi setelah saya nulis ini, saya baru sadar kl topik mereka berdua punya benang merah. About detour in your road life.

Mungkin buat orang yang hidupnya kaya jalan di tol yang lurus aja, episode 2D1N ini biasa aja. Tapi, berhubung saya merasa relate banget dengan topik ceramah mereka, saya suka banget. Karena saya juga merasa hidup saya lagi jalan memutar, malah gatau ini ujungnya di mana, haha.

Saya ambil pelajaran bahwa kunci sukses menempuh perjalanan ini adalah jalanin aja, lakukan yang terbaik dan tetap berbaik sangka pada Allah ta’ala. Nanti di ujungnya kita akan sampai di tempat yang lebih baik. Insyaallah.

~sudah lama banget pengen nulis ini, akhirnya jadi juga ditulis
Embrace your journey 🙂

Add Comment