Paola Bracho Jaman Sekarang

 

paola-bracho

(yang tahu siapa orang ini, berarti kamu tua)

Meskipun tulisan ini diawali dengan pernyataan macam itu, ketahuilah, ini bukan tulisan nostalgila generasi 90an. Saya justru mau bahas tentang generasi 2000an.

Dulu, waktu kecil, ga segendut sekarang maksudnya, ada telenovela ngehits di TPI. Namanya doang televisi pendidikan, tapi sebenarnya ini bukan telenovela yang mendidik. Sayangnya, saya adalah salah satu penonton telenovela tersebut. Begitulah pemirsa. Judulnya Cinta Paulina.

Ada 1 percakapan (terjemahan tentu) yang saya ingat banget dari telenovela ini. Waktu Paola si tokoh antagonis mau meninggal, seluruh keluarga berusaha agar Paola bisa dapat pengampunan dosa, biar dia bisa masuk surga. Menurut kepercayaan mereka tentu. Tapi dasar Paola jahatnya kebangetan, dia menolak, karena dia emang ga pengen masuk surga. Ingat banget sampai sekarang sama alasan si Paola, “aku tidak mau masuk surga, karena di surga banyak orang baik, dan orang baik itu menyebalkan”.

Ludi kecil yang menonton adegan itu merasa Paola ini emejing sekali. Ko bisa ada manusia ga pengen masuk surga dan malah pilih neraka? Sungguh ga masuk logika.

Ternyata selang belasan tahun setelahnya, saya menemukan Paola-paola yang lain. Ternyata ada lagi orang yang memilih masuk neraka. Yang lebih emejing nya adalah mereka tokoh nyata, bukan fiktif macam Paola. Di tahun 2000an ini saya menemukan orang-orang nonfiktif yang milih neraka, bukan di telenovela, drama korea, atau sinetron India.

Saya pernah dapat cerita tentang sekelompok pemuda yang bilang, “mending masuk neraka, soalnya di neraka ada orang-orang keren kaya Mick jagger atau Kurt Cobain”. Ada lagi yang nulis, “kalau masuk surga dengan cara mengkafiri orang lain, mending masuk neraka”. Atau ada juga “kalau surga isinya Habib rizieq, mendingan ga masuk surga”. Komentar atau ungkapan mendingan masuk neraka ini makin hari makin banyak. Terserahlah apa alasan yang dipakai untuk pilih neraka, terserahlah apa pengandaian yang dibuat sehingga lebih suka masuk neraka, tapi buat saya, neraka ga pernah akan jadi pilihan. Kapanpun. Lagipula, persyaratan masuk surga itu semuanya kebaikan, jadi ngapain pilih neraka.

Pernah saya berandai-andai, andai penghuni neraka bisa update status di medsos terus dibagikan ke Paola Bracho abad 21 ini. Tapi berandai-andai ga boleh dan penghuni neraka sudah terlalu sibuk disiksa, ga sempat ngoceh bahkan sesamanya.

Kenapa sih ga Allah tampakkan saja bagaimana keadaan alam setelah kematian, biar orang semua beriman? Justru di sinilah letak ujiannya. Gambaran tentang kehidupan akhirat hanya disampaikan lewat wahyu berupa narasi deskriptif, tidak dilengkapi dengan audiovisual, apalagi live report. Untuk menguji, manusianya beriman atau ga. Kalau kata ustadz, kalau sudah diperlihatkan dari sekarang, ibarat ujian sudah dikasih bocoran, hasilnya jadi ga valid.

Kalau membaca dalil-dalil tentang neraka, membayangkannya saja ga kuat. Siksaan paling ringan penghuni neraka adalah pakai sandal yang saking panasnya, bikin otak ikut mendidih.

Sesungguhnya penduduk neraka yg paling ringan siksanya adl orang yg memiliki dua sandal & dua tali sandal dari api neraka, dimana otaknya akan mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali mendidih. Orang tersebut merasa bahwa tak ada seorang pun yg siksanya lebih pedih daripadanya, padahal siksanya adl yg paling ringan di antara mereka. (HR. Muslim No.314)

Jadi, kalau ada yang mau masuk neraka bareng penyanyi idolanya, ketahuilah, di sana juga ga sempat konser apalagi jumpa fans. Cuma teriak-teriak aja bisanya.

Makanannya pun ngeri, dipegang jari putus, dimakan membuat usus putus.

“(Ingatlah), sesungguhnya pohon zaqqum, (Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam neraka). (Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut, Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya. “(Surah Ad-Dukhaan 44:43-46)

Neraka itu, ah sudahlah, ga kuat saya melanjutkan. Karena saya sendiri juga ga jamin bisa terhindar dari sana.

Saya juga ga suci, saya Ludi. Luhur Budi #ea. Tapi saya sadar penuh ga mau pilih neraka. Sadar diri kalau masuk surga ga layak, masuk neraka ga kuat. Mudah-mudahan Allah kasih rahmat, agar bisa selamat di akhirat.

~Ludi yang berharap bisa masuk surga

Add Comment