Sudah Pantaskah Jadi Orang Kaya?

Tolong dikoreksi kalau salah. Saya meyakini bahwa syarat kepantasan tidak hanya berlaku dalam urusan jodoh. Bukan hanya jodoh yang akan diberikan sesuai kepantasan kita, tapi juga rezeki, dan lainnya. Bahkan termasuk jumlah reseller, hehe.

Sebagai seorang pedagang grosiran (agen) saya pernah beberapa kali memasang iklan untuk mencari reseller (penjual eceran). Dari 4 kali iklan yang pernah saya ikuti, 3 di antaranya hasilnya kurang bagus. Hanya dapat reseller 4 orang itu sudah biasa bagi saya, beberapa iklan begitu. Padahal di saat yang sama, agen lain bisa dapat reseller 100, diiklankan oleh ads manager yang sama, target yang sama, yang diiklankan juga hal yang sama. Kenapa bisa? karena usaha bisa ditiru, rezeki tidak. Ya kan?

memancing-rezeki

picsource: pixabay.com

Menurut saya salah satu faktornya adalah kepantasan. Kenapa cuma ada 4 orang yang berminat gabung jadi reseller? Karena memang saya hanya pantas dapat segitu. Pertama kali iklan itu saya masih kerja kantoran, pergi pagi pulang malam. Begitu sampai di rumah langsung buru-buru packing paket dan dikirim ke JN*. Kadang ga keburu, pulang udah kemalaman. Andai iklannya bagus, banyak chat yang masuk, saya ga sempat juga jawab satu persatu karena punya tanggung jawab lain mem-follow-up puluhan pasien. Kalau sibuk chatting, pasien ga keurus. Dari situ saya berpikir, mungkin Allah menilai saya memang belum pantas punya reseller banyak.

Makanya kalau mau punya usaha sukses, perlu memantaskan diri dulu untuk jadi pengusaha sukses. Mau punya uang banyak, siapin dulu mental kaya-nya, hehe.

Sambil berjalan, sambil terus memantaskan diri. Makanya saya beli rak dan henpon baru kemarin. Lho, apa hubungannya punya rak dengan reseller? Ya dihubung-hubungkan aja.

jualan-kaos-online
Sudah beberapa bulan ini lemari kaos yang biasa dipakai sudah tidak muat menampung stock kaos di rumah. Alhasil kaos ditaruh saja di kardus-kardus. Makin lama makin banyak kardus menumpuk di kamar, persis kaya gudang. Akibatnya, nyari kaos jadi lebih lama, mau ngecek stock lebih sulit. Kalau sudah begini kadang efeknya ke pelayanan pelanggan. Kerja tidak efisien dan kesalahan meningkat. Paket salah alamat atau dikirim ga sesuai pilihan. Komplain bermunculan, diomeli reseller jadi pengalaman. Rasanya gila makin dekat.

Cita-cita dari SMA yang ga kesampaian itupun diusahakan lagi. Menjadi manusia yang well organized alias munazhzhamun fii syu’unihi versi arabnya. Dimulai dari mengatur stock kaos, haha. Satu-satu urusan toko dirapikan. Biar lebih efisien, pelayanan pelangganpun makin baik. Semoga dengan ini Allah menilai kepantasan dalam mengelola reseller semakin meningkat.

Yang mau gabung jadi reseller saya dipersilakan ke http://5alimashop.agenafrakids.com

 

~Meskipun setelah raknya diisi, ternyata masih ada 2 kardus kaos dan 2 kardus besar tas yang belum masuk
~Berarti kurang satu rak lagi

 

Salam,
Ludi, owner 5alima Shop

2 Comments

  1. purnomo August 5, 2016
    • pemikirulung August 5, 2016

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.