KETIKA BANG JEK DITOLAK TANTE WIDIA

kecewa

picsource: pixabay.com

Kalau membahas tentang ridho pada ketentuan Allah, entah kenapa saya langsung teringat ke Bang Jek di PPT. Waktu Tante Widia akhirnya memilih Om Wijoyo dan bukannya Bang Jek. Saat Bang Jek patah hati yang demikian parah, ada adegan membekas banget. Bang Jek sholat di musholla lalu berdoa “aku ridho dengan ketetapan Mu, ridhoi aku juga ya Allah”.

Dari sekian banyak episode PPT, episode ini termasuk yang paling berkesan. Kaya ikutan empati sama Bang Jek. Ketika hidup berjalan tidak sesuai dengan pilihan yang kita inginkan, ketika ketentuan yang Allah pilihkan ternyata rasanya sangat memilukan. Ya kita gada lagi pilihan selain menerima.

Ridho dengan hal tidak menyenangkan itu ga gampang. Makanya pengen ikutan meleleh lihat Bang Jek sholat dan dengar doanya. Bukan karena saya mengerti pahitnya patah hati, karena saya mah ga pernah ditolak (dan ga pernah diminta juga, wkwkwk) tapi saya juga sering ada di situasi yang sama sekali tidak diinginkan.

Ga lolos SPMB padahal otak agak lumayan, ketinggalan pesawat karena sopir sotoy ga terima saran, ditolak kerja karena tinggi 5 cm kurang, sakit ga sembuh2 sudah berbulan-bulan, atau sekadar datang ke rumah orang setelah susah payah, ternyata orangnya gada padahal udah janjian saja bisa membuat diri ini pengen protes “ya Allah kenapa begini?!”

pasrah-pada-takdir-Tuhan

Ketik Takdir Tak Menyenangkan

Makanya antara “ridho dengan ketentuan Allah” dan “mendapat ridho Allah” tuh laksana duet pamungkas. Makanya saya bisa ikutan nangis waktu Bang Jek ditolak tante widia waktu Bang Jek sholat dan berdoa. Makanya adegan itu berkesan.

Kalau saya lagi kecewa, kalau saya lagi sedih, kalau saya lagi di low point, suka teriak gitu tapi dalam hati. “aku ridho dengan ketetapan Mu, ridhoi aku juga ya Allah”. Mungkin saat itu belum ridho, tapi maksain biar bisa ridho. Berusaha husnudzhan pada Allah meskipun prosesnya kadang panjang dan lama kaya choki-choki.

Semoga bisa jadi insan yang ridho dan diridhoi. Aamiin.

~setengah tulisan awal ditulis ketika lagi kecewa, setengahnya barusan diselesaikan

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.