CITA-CITA: JADI ORANG KAYA

orang-kaya

Orang Kaya | picsource: pixabay

Entah kenapa, beberapa bulan terakhir saya punya feeling. Feeling bahwa saya akan beneran jadi orang kaya, wkwkwk. Jadi orang kaya bukan lagi cita-cita atau gurauan ke keponakan-keponakan di rumah tapi rasanya sesuatu yang dekat.

Atas dasar feeling itu, saya jadi sering mikir “nanti kl udah kaya, duitnya mau diapain aja ya”. hehehe. Mungkin terdengar aneh, tapi ini beneran. Saya benar-benar kepikiran seperti itu.

Kalau kata Anis Matta, kita memang perlu bersiap dengan keberlimpahan. bukan cuma siap-siap kalau jatuh miskin, tapi juga siap-siap kalau melambung kaya.

Dan pagi ini saya dapat inspirasi baru gara-gara ada teman BU (butuh uang), LMnya mau dijual. Kirain ada yang sakit, ternyata BU-nya karena mau bantu saudara yang terlilit utang riba. Miris tiap dengar cerita orang terjerat hutang, apalagi kalau rentenir. Riba jahat banget.

Saya jadi kepikiran kalau ada uang berlebih, mau buat usaha simpan pinjam yang tidak memberatkan, tidak riba. Soalnya masyarakat sekarang kalau butuh dana cepat, mikirnya ga jauh ke bank atau rentenir. Rentenir dekat rumah punya pelanggan banyaaaaak banget pedagang-pedagang kecil. Entah apa jadinya itu pedagang punya utang rentenir, mungkin keuntungan yang tidak seberapa itu habis buat bunga. Kasihan.

Lah, kan udah ada BMT dan sejenisnya Ludi! ya biarin lah, buktinya banyak BMT, BPRS, tapi rentenir masih laku keras. Perlu usaha dakwah juga sih ke masyarakat biar sadar bahaya riba. Konkretnya itu usaha gimana, nanti dulu. Kan belum jadi orang kaya juga. wkwkwk.

miskin-kaya-adalah-ujian

Miskin dan Kaya Sama-sama Ujian

Saya pernah kepikiran mau bikin supermarket online untuk warga pasar rebo (khususnya cijantung, baru, kalisari, pekayon aja sih, gedong kejauhan, haha). Mimpi saya gini, supermarket online ini fokus ke market orang pasar rebo. Orang bisa belanja sembako dan kebutuhan sehari-hari via online, tinggal klik-klik, beras dan minyak sampai di depan pintu. Tidak perlu ke indomar*t dan alfam*rt.

Awalnya karena sebel sama 2 minimart yang banyak mematikan usaha orang kecil itu. Warung sembako banyak yang tutup karena mereka (termasuk bapak agen pos tempat saya kirim paket). Selain itu, supermarket online memudahkan orang yang sibuk atau mager. Hehe. Apalagi kl mengingat indo dan alfa adalah zona berbahaya bagi ibu dengan dompet kempes membawa anak kecil. Ke indo niatnya ambil uang di atm, keluar dari sana uangnya berubah jadi es krim dan ciki-ciki.

Yang beda dari supermarket online ini adalah sebagian keuntungannya akan disedekahkan ke dhuafa di wilayah pasar rebo. Jadi nyata sedekah ke orang sekitar. Di website akan dilaporkan, uang sedekah udah disalurkan ke mana aja. Kalau perlu buat program pemberdayaan buat dhuafa. Belanja sekaligus sedekah ke tetangga. Itu sih yang saya pikirkan. Coba kl belanja ke alfa, untungnya lari ke mana?

Tapi yah itu mah isi pikiran sibuknya si Ludi aja yang pengen bisa kontribusi buat ummat. Pengen bisa jadi khoirun nas, yang nafi-un li ghoirihi. Yang suka kasihan kl dengar orang sibuk hutang sana-sini.

Mungkin suatu hari bisa diwujudkan, kl udah jadi orang kaya, atau dinikahi pria kaya (hahaha)

Add Comment